MANGGA GEDONG GINCU IKON BUAH BAGI WILAYAH III CIREBON

Latar Belakang

halimi dan gedong gincu

halimi dan gedong gincu

Mangga Gedong Gincu merupakan salah satu kultivar mangga (Mangifera indica) yang harga buahnya paling tinggi dibandingkan dengan mangga lainnya di Indonesia. Buah Mangga ini mempunyai ukuran, bentuk, warna, rasa dan bau yang spesifik (khas) dan sangat menarik. Bentuk buahnya yang agak bulat, berukuran sedang, warna kulit buahnya yang kuning cerah merah keunguan serta daging buah-nya yang kuning cerah dengan rasa manis legit disertai bau harum membuat banyak orang terpesona. Oleh karenanya Mangga Gedong Gincu menjadi trade marknya Kabupaten Cirebon, Indramayu dan Majalengka. Karena diantara daerah yang ada di Indonesia kelihatannya daerah Wilayah III Cirebon yang cocok dengan habitat pertumbuhannya, sehingga kehadiran produk buah-buahan Mangga Gedong Gincu sempat menjadi pesaing bagi penghasil mangga di seluruh dunia seperti India, Pakistan, Thailand, Israel, Meksiko dan negara-negara Amerika Latin lainnya.

Tak pelak lagi Pemerintah Propinsi Jawa Barat menetapkan bahwa Mangga Gedong Gincu menjadi “Ikon” Buah bagi Wilayah III Cirebon terutama untuk Kabupaten Cirebon, Indramayu dan Majalengka. Sehingga kontan saja Proyek Pengembangan Gedong Gincu yang dibiayai Dana Hibah Pemerintah Jepang pada tahun 1997 dan tahun 2001, yang disebar kedaerah Kabupaten Cirebon, Indramayu dan Majalengka. Dimana Kabupaten Cirebon sendiri dana tersebut disebar pula di lima Kecamatan yaitu Sedong, Beber, Cirebon Selatan, Losari dan Astanajapura, dengan penambah populasi Gedong Gincu sampai 100.000 pohon. Proyek itu juga memacu movitasi masyarakat lain secara swadaya ikut tergerak menanam sendiri mangga gedong gincu sehingga populasi saat ini di wilayah III Cirebon mencapai sekitar 400.000 pohon.

Melihat perkembangan dari populasi tanaman Mangga Gedong Gincu yang tersebar di 3 Kabupaten Wilayah III Cirebon, bahkan Kabupaten Kuningan dan Kota Cirebon pun serempak mengikuti arus penyebaran tanaman tersebut, menyebabkan kekuatan image branding bagi produk buah-buahan Mangga Gedong Gincu sebagai “ikon” Cirebon dan “ikon” Jawa Barat. Kekuatan inilah yang mampu menggeser kedudukan Mangga Gedong Gincu diatas Mangga lainnya seperti Mangga Dermayu, Mangga Cengkir, Mangga Harumamanis, Mangga Golek , Mangga Kidang dan Mangga Lalijiwo. Harga dipasaran bisa mencapai 25 s/d 30 ribu perkilo ( harga bisa menurun ketika panen raya tiba).

Mangga yang lahir “baru kemarin sore” ini telah mampu bersaing bukan saja di tingkat lokal, namun mampu bersaing di pasar Mancanegara. Konon jenis mangga ini laris manis dipasaran Amerika, Singapura dan Hongkong. Menurut Haerudin, salah seorang Ketua Kelompok Tani Gedong Gincu di Sedong, mengungkapkan, walaupun terjadi panen raya tetapi harga buah gedong gincu di Singapura dan Batam masih tetap stabil pada kisaran Rp35.000/Kg.

Keistimewaan Mangga Gedong Gincu

pohon mangga gedong gincu (gambar dari google)

pohon mangga gedong gincu (gambar dari google)

Pohon, tinggi mencapai 25 m dengan garis tengah batang 75 cm. Kulit batang coklat abu-abu dan berlekahan. Daun tunggal, berseling, jorong sampai lanset, kaku menyerupai kulit. Daun muda kemerahan. Perbungaan tersusun malai, jumlah bunga banyak sekali, hijau kekuningan.

Bentuknya yang bulat, dengan kulit yang tebal dengan rasa yang manis serta kenyal, ditambah lagi dengan aroma berbau harum yang ditimbulkan dari buahnya ketika mulai matang, menjadi pemicu bagi penggila mangga berhasrat untuk menikmati buah yang lahir “kemarin sore” ini. Warna bulatan merah ,kuning cerah ,merah keunguan yang menghiasi pangkal buahnya, semakin mempercantik fisik mangga jenis ini. Warna mangga ini akan semakin sempurna daya tariknya ketika sudah masuk dalam fase matang sempurna, warna kuning kemerahan layaknya warna gincu. Membiarkan mangga ini matang secara alami di pohon nya, membuat rasa manis yang dikandung dan warna yang memikat dari buah ini semakin menunjukan ke “cantikannya”. Biji satu dan dibagian dalamnya terdapat endokarpium.

Ekologi

kebun mangga gedong gincu (gambar dari Google)

kebun mangga gedong gincu (gambar dari Google)

Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Curah hujan optimum sekitar 1000 mm per tahun dengan musim kering lebih dari 3 bulan. Suhu udara optimumnya adalah 26 – 28◦ C dan pH tanah yang disukai untuk pertumbuhannya adalah 5,5 – 7.

Pembudidayaan

Mangga Gedong gincu banyak ditanam di pekarangan dan di kebun-kebun. Perbanyakan tanaman umumnya dilakukan dengan cara mencangkok ataupun dengan mengecambahkan biji. Namun sekarang ini banyak yang melakukan dengan cara enten dan per-tunasan untuk kepentingan komersial.

Musim Berbunga dan Berbuah

musim mangga gedong gincu (gambar dari Google)

musim mangga gedong gincu (gambar dari Google)

Musim berbunganya pada musim kering dan umumnya sesudah 3 sampai 4 bulan kemudian buah telah masak. Musim panen mangga di Indonesia biasanya pada bulan Agustus sampai Oktober.

 

 

 

Standar kualitas Mangga Gedong Gincu

Buah Mangga Gedong Gincu (gambar dari Google)

Buah Mangga Gedong Gincu (gambar dari Google)

Standar Kualitas Mangga Gedong Gincu diadasarkan pada :

* Ukuran buah (besar atau kecil), makin besar makin baik
* Warna pangkal buah (merah atau kuning), makin merah makin baik
* Tingkat kerusakan fisik (memar atau terkena hama pengakit) makin mulus makin baik
* Bentuk buah (berlekuk atau tidak berlekuk), tidak berlekuk makin baik
* Lapisan lilin (ada atau tidak), masih ada lapisan lilin makin baik
* Percikan getah pada kulit buah, makin sedikit getah yang menodai kulit buah makin baik.

Penyebab penurunan harga pada saat Panen Raya

* Penurunan harga ini disebabkan banyak eksportir yang masuk langsung ke penampung mangga. Dalam keadaan panen raya dilingkungan supermarket dan eksportir harga rata-rata hanya Rp8.000/Kg untuk grade A dan B, padahal normalnya harga jual ke supermarket mencapai Rp16.000/kg dan ekspor sekitar Rp17.000/Kg.
* Penurunan harga ini tidak terlepas dari peningkatan produksi di tingkat petani dan terbukti selama 50 hari terakhir pihaknya sudah memasarkan 180 ton, padahal pemasaran untuk supermarket dan ekspor sepanjang tahun 2006 hanya 113 ton.

Upaya mengantisipasi penurunan harga

* Pihak Eksportir hendaknya tidak masuk langsung ke penampung mangga.
* Petani mangga di daerah harus mampu mengembangkan teknologi yang memungkinkan mangga berbuah sepanjang tahun atau tak kenal musim atau “off season” ,sehingga produksi di saat panen raya tidak berlebihan.
* Perlunya pembinaan dari pihak Pemerintah setempat secara berkesinambungan mulai dari tingkat budidaya tanaman, proses produksi serta lingkungan pemasaran.

Penutup

Berdasarkan pengalaman pada proses panen raya tahun-tahun yang lalu serta dampaknya terhadap penurunan harga ditingkat petani, maka seyogyanya Proyek Pengembangan Mangga Gedong Gincu harus terus diupayakan dengan menitikberatkan pada Budidaya Tanaman, Pengaturan musim panen serta Sosialisasi ditingkat Eksportir. Disamping itu perlunya usaha menumbuhkan Industri Makanan Olahan Buah-buahan yang mampu menghasilkan “diversifikasi produk” Mangga Gedong Gincu, sehingga diharapkan pada panen raya yang kebanjiran produk mangga dapat diserap oleh kegiatan pengolahan makanan buah-buahan menjadi produk lain yang berkualitas dan berdaya saing dipasaran.

Kita perlu melindungi “ikon” Cirebon dan “ikon” Jawa Barat ini selamanya agar tetap memberikan kebanggaan bagi Wilayah III Cirebon khususnya dan Jawa Barat umumnya serta diutamakan untuk mempertahankan Mangga Gedong Gincu menjadi Primadona Buah Nusantara. Karena semuanya akan bermuara kepada arah peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani mangga yang notabene masyarakat Cirebon itu sendiri. Semoga.

Sumber dari :

1. http://www.clearinghouse.bplhdjabar.go.id
2. http://www.sinartani.com
3. http://www.mangga.info
4. http://www.wisata.kompasiana.com
5. http://www.tatangkostaman.blogspot.com

Penyunting :

Halimi,SE,MM.                                                                                                                               Seksi IKAHH Bidang Perindustrian DPPK Kota Cirebon

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s