Selamat Ulang Tahun Kota Cirebon yang ke-641

 

BALAI KOTA CIREBON

BALAI KOTA CIREBON

Hari ini, Selasa tanggal 7 Desember 2010 adalah Hari Jadi Kota Cirebon yang ke 641 bertepatan dengan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharam 1432 H.

Seluruh Aparat Pemerintah Kota Cirebon dan masyarakat Kota Cirebon menyambut momentum ini sebagai wujud rasa syukur atas Limpahan Karunia yang diberikan oleh Allah SWT terhadap perkembangan Kota Cirebon yang kita cintai, sekaligus memperingati Tahun Baru Hijriyah 1432  sebagai Tahun Baru Islam yang sangat kita agungkan sebagai Umat Islam.

Untuk itu kita bisa melihat jejak sejarah Kota Cirebon melalui beragam tulisan, salah satunya dari Wikipedia.org.

Menurut Manuskrip Purwaka Caruban Nagari, pada abad XIV di pantai Laut Jawa ada sebuah desa nelayan kecil bernama Muara Jati. Pada waktu itu sudah banyak kapal asing yg datang untuk berniaga dengan penduduk setempat. Pengurus pelabuhan adalah Ki Gedeng Alang-Alang yg ditunjuk oleh penguasa Kerajaan Galuh (Padjadjaran). Di pelabuhan ini juga terlihat aktivitas Islam semakin berkembang. Ki Gedeng Alang-Alang memindahkan tempat pemukiman ke tempat pemukiman baru di Lemahwungkuk, 5 km arah selatan mendekati kaki bukit menuju kerajaan Galuh. Sebagai kepala pemukiman baru, maka pada waktu itu diangkatlah Ki Gedeng Alang-Alang dengan gelar Kuwu Cerbon.

Pada Perkembangan selanjutnya, Pangeran Walangsungsang, putra Prabu Siliwangi ditunjuk sebagai Adipati Cirebon dengan gelar Cakrabumi/Cakrabuana. Pangeran inilah yang mendirikan Kerajaan Cirebon, yang terpisah dari kerajaan Galuh. Sikap pemisahan tersebut diawali dengan tidak mengirimkan upeti kepada Raja Galuh. Oleh Raja Galuh dijawab dengan mengirimkan bala tentara ke Cirebon untuk menundukkan Adipati Cirebon, namun ternyata Adipati Cirebon terlalu kuat bagi Raja Galuh sehingga ia sulit untuk ditundukan.

Dengan demikian, berdirilah kerajaan baru di Cirebon dengan rajanya yg bergelar Raden Cakrabuana. Berdirinya kerajaan Cirebon menandai diawalinya Kerajaan Islam Cirebon dengan pelabuhan Muara Jati yang aktivitasnya berkembang sampai kawasan Asia Tenggara.

Pada abad ke-13 Kota Cirebon ditandai dengan kehidupan yg masih tradisional dan pada tahun 1479 berkembang pesat menjadi pusat penyebaran dan Kerajaan Islam terutama di wilayah Jawa Barat. Kemudian setelah penjajah Belanda masuk, dibangunlah jaringan jalan raya darat dan kereta api sehingga mempengaruhi perkembangan industri dan perdagangan.

Pada tahun 1926 Kota Cirebon disahkan menjadi Gemeente Cheribon. Pada tahun 1957, status pemerintahan Cirebon berubah menjadi Kota Praja, yang kemudian ditetapkan menjadi Kotamadya tahun 1965. Selanjutnya, Kotamadya Cirebon berubah lagi statusnya menjadi Kota Cirebon.

Kota Cirebon saat ini

 

LOGO KOTA CIREBON

LOGO KOTA CIREBON

Kota Cirebon adalah sebuah kota mandiri terbesar ke-2 di Provinsi Jawa Barat, setelah ibu kota Jawa barat, yakni Bandung. Kota ini berada di pesisir Laut Jawa, di jalur pantura (pantai utara). Jalur pantura Jakarta-Cirebon-Semarang merupakan jalur terpadat di Indonesia. Kota Cirebon juga merupakan kota terbesar ke-4 di wilayah pantura setelah Jakarta, Surabaya, dan Semarang.

Karena letaknya yang sangat strategis, yakni di persimpangan antara Jakarta, Bandung, dan Semarang, menjadikan Kota Cirebon sangat cocok dan potensial untuk dijadikan lahan investasi dalam segala bidang seperti hotel, rumah makan, pusat perbelanjaan, dan pendidikan, sehingga Kota Cirebon merupakan pilihan yang sangat tepat untuk berinvestasi. Dengan didukung oleh kegiatan ekonomi yang baik dan terpadu menjadikan Kota Cirebon berkembang menjadi kota metropolitan ketiga di Jawa Barat setelah metropolitan BoDeBek (Bogor, Depok, Bekasi) yang merupakan hinterland/kota penyangga bagi ibu kota Jakarta dan Metropolitan Bandung.

Kota Cirebon merupakan pusat bisnis, industri, dan jasa di wilayah Jawa Barat bagian timur dan utara. Banyak sekali industri baik skala kecil, menengah, dan besar menanamkan modalnya di kota ini. Dengan didukung oleh banyaknya orang-orang yang bekerja, beraktifitas dan menuntut ilmu di Kota Cirebon, sekitar kurang lebih 1.000.000 orang, menjadikan Kota Cirebon lebih hidup. Pembangunan di Kota Cirebon juga menggeliat dan menunjukkan respons positif, hal ini terbukti dengan banyaknya bangunan-bangunan besar dan tinggi yang berada di jalan-jalan utama Kota Cirebon.

Saat ini, wajah Kota Cirebon telah berubah menjadi kota modern mandiri ke-3 di Pulau Jawa bagian barat setelah Jakarta dengan kota-kota satelitnya (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), serta Bandung dengan kota-kota satelitnya (Tasikmalaya, Cimahi, Subang, Purwakarta, Cianjur, dan Garut). Kini, pemerintah wilayah Cirebon sedang giat-giatnya mengembangkan potensi wilayah Kota Cirebon Metropolitan dengan kota-kota satelitnya (Indramayu, Majalengka, Kuningan, dan sebagian Jawa Tengah bagian barat yakni Tegal, Brebes, Purwokerto, dan Pekalongan). Dahulu, Cirebon merupakan ibu kota Kesultanan Cirebon dan Kabupaten Cirebon, namun ibu kota Kabupaten Cirebon kini telah dipindahkan ke Sumber.

Cirebon juga disebut dengan nama Kota Udang dan Kota Wali. Sebagai daerah pertemuan budaya Jawa dan Sunda sejak beberapa abad silam, masyarakat Cirebon biasa menggunakan dua bahasa, bahasa Sunda dan Jawa.

Harapan untuk Kota Cirebon

Gelar Produk di Halaman Gedung DPRD Kota Cirebon

Gelar Produk di Halaman Gedung DPRD Kota Cirebon

Sebagai Kota penting di Wilayah III Cirebon dan Propinsi Jawa Barat, sarana infrastruktur yang belum optimal seharusnya sudah dimulai optimalisasinya, seperti Pelabuhan Cirebon, Pelabuhan Udara Penggung,Akses Jalan Tol baik Cirebon-Jakarta maupun Cirebon-Bandung dan Pelabuhan Udara Kertajati.

Jika Sarana Infrastruktur telah lengkap dioptimalisasi, dapat dibayangkan Kota Cirebon akan menjadi kota yang mempunyai sarana infrastruktur lengkap yang dapat memberikan dampak perkembangan perekonomian Kota Cirebon dimasa mendatang.

Namun sebelum semua itu dapat terlaksana, sebaiknya kita bersama-sama dapat memanfaatkan sarana yang ada, agar dapat dipelihara dan dijaga kelestariannya. Jadikan Kota Cirebon menjadi Kota Wali yang memiliki masyarakat agamis, menjadi Kota Pariwisata yang mampu mendatangkan para wisman lokal dan wisman mancanegara, menjadi Kota Perdagangan dan Jasa yang memberikan dampak positif dalam perkembangan usaha dan penyerapan tenaga kerja, menjadi Kota Pelabuhan yang mampu mendongkrak lalulintas ekspor impor.

Semua harapan yang baik-baik tetap kita tujukan kepada kota tercinta, semoga Kota Cirebon semakin berkembang dan maju, subur makmur loh jinawi, aman tentrem dan sejahtera. Amien.

Penyunting : Halimi,SE,MM.

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s