Usaha Makanan kian digemari dan diminati

ilustrasi usaha makanan-gambar google

ilustrasi usaha makanan-gambar google

Usaha Makanan atau Bisnis Makanan atau Usaha Kuliner ternyata mampu bertahan walaupun ekonomi Negeri kita dilanda krisis, setelah perekonomian Negeri kita mulai berangsur-angsur pulih Usaha Makanan semakin mampu memperlihatkan prospek yang semakin baik. Tak terbilang berapa juta orang yang terlibat didunia Usaha Makanan ini, mereka bukan saja dari kalangan Usaha Mikro dan Usaha Kecil, bahkan Usaha Menengah hingga Besar pun mampu memperlihatkan peningkatan usahanya.
Bagaimana kondisi Usaha Makanan ditingkat Usaha Mikro dan Usaha Kecil yang disinyalir paling banyak tersebar diseluruh Kota Besar dan Kota-kota ditingkat Kabupaten diseluruh Indonesia. Berangkat dari usaha mempertahankan Makanan Olahan Khas Daerah masing-masing hingga ke makanan hasil adobsi dari makanan mancanegara. Kita sering melihat bagaimana Usaha Makanan seperti Warung Tegal (Warteg), Restoran Masakan Padang, Masakan Gudeg Yogya dan makanan lainnya yang menyebar kesetiap daerah.

usaha makanan khas cirebon-gambar google

usaha makanan khas cirebon-gambar google

Tak terkecuali untuk Kota Cirebon sendiri yang memiliki aneka ragam makanan khas daerah, cukup banyak yang melakukan usaha makanan dengan mengangkat makanan khas daerah tersebut. Kita kenal dengan Nasi Jamblangnya Mang Dul, Empal Gentongnya Mang Dharma dan sebagainya , kesemua itu menunjukkan betapa usaha makanan sangat menjanjikan keuntungan bagi para pelaku usahanya. Terbukti dengan masih berjalannya usaha mereka dari puluhan tahun yang lalu hingga saat ini.

Disamping makanan siap saji terdapat pula usaha makanan “kue jajanan pasar” yang memasok kebutuhan konsumen di pasar-pasar tradisional, bahkan Industri Kecil Makanan Ringan dengan beragam kemasan banyak tumbuh disekitar Plered Cirebon. Semakin banyaknya pelaku usaha makanan dan tetap bertahannya mereka dalam persaingan bisnis membuktikan usaha makanan memang mempunyai prosfek yang bagus. Sehingga usaha makanan kian digemari dan diminati sebagai pilihan berbisnis walaupun serbuan produk mancanegara mulai memasuki pasar akibat dari perdagangan bebas.

Apa sebenarnya yang menarik untuk dikaji dalam bisnis kuliner di tanah air kita ? kita simak artikel yang diambil dari sumber kompas.com dibawah ini.

5 Faktor Bisnis Kuliner tetap diminati

SHUTTERSTOCK - Bagi usaha yang inBagi usaha yang ingin berkembang menjadi lebih besar, faktor promosi mutlak diperlukan.

SHUTTERSTOCK - Bagi usaha yang ingin berkembang menjadi lebih besar, faktor promosi mutlak diperlukan.

Prof Dr Alder Haymans Manurung, guru besar Asian Banking Finance and Informatic Institute (ABFI) Perbanas menuturkan, bisnis makanan saat ini tetap menjadi nomor satu. Selain modalnya tidak besar, melibatkan sedikit tenaga kerja, dan perputaran uang di dalamnya sangat cepat. Bahkan bisa lebih dari 100 persen.Namun sebelum berharap bisnis kuliner Anda meraih sukses, Anda perlu mengetahui beberapa faktor yang memengaruhi maju-tidaknya sebuah usaha kuliner. Dr Handito Joewono, dari Arrbeys, strategy and marketing consulting firm, mengatakan :

  1. faktor pertama yang membuat pelanggan datang adalah kualitas makanan. Hal ini berkaitan dengan rasa dan bahan baku makanan. Kualitas makanan terbagi menjadi dua bagian: yakni real quality dan perceive quality. Real quality lebih kepada enak-tidaknya makanan, dan penggunaan bahan baku. Seperti kalau ada rumah makan yang membuat rendang, santannya harus banyak. Bagi kalangan menengah ke bawah real quality menjadi lebih penting ketimbang faktor perceive quality, karena mereka lebih mengutamakan rasa. Sedangkan bagi kaum menengah ke atas, faktor perceive quality menjadi lebih penting. Makanan tidak sekadar enak, tapi keamanan dan kenyamanan saat bersantap juga diperhatikan. Misalnya, dengan memperhitungkan faktor kesehatan makanan yang dibuat.
  2. Faktor kedua, mengenai tempat. Dalam ilmu standarnya, tempat harus strategis letaknya. Tetapi belakangan, tempat tidak begitu menjadi elemen penting. Karena ada beberapa usaha rumah makan, walaupun tempatnya tidak strategis, tetap dicari orang. Masalah tempat ini, Handito menandaskan, yang penting harus ada kesesuaian antara makanan dan target konsumen yang dituju.
  3. Faktor ketiga adalah persepsi. Persepsi ini sangat penting, terutama bagi yang baru membuka usaha kuliner. Persepsi bisa muncul dari penggunaan simbol-simbol, baik dalam tampilan eksterior maupun interior ruangan. Selain itu, persepsi juga dibangun dari bagaimana cara mengemas makanan, atau bagaimana melayani konsumen. Persepsi inilah yang kemudian akan selalu diingat orang tentang sebuah tempat makan.Untuk usaha kuliner kecil, tiga faktor ini sudah cukup.
  4. Bagi usaha yang ingin berkembang menjadi lebih besar, faktor keempat, yaitu promosi, mutlak diperlukan. Cara untuk promosi saat ini macam-macam. Lewat internet, penyebaran brosur, pemasangan spanduk, billboard, dan lainnya bisa menjadi media promosi. Yang utama promosi ada dua, yaitu lewat media massa dan meminjam lidah konsumen. Memakai lidah konsumen inilah, promosi yang paling efektif.
  5. Bila usaha restoran sudah berkembang besar, sudah punya cabang dimana-mana, faktor kelima yang harus dipenuhi adalah mempunyai standard operational procedure (SOP). Baik untuk kuliner yang diwaralabakan, maupun yang tidak. Tentu saja dengan memakai SOP yang sama, antara resto satu dengan resto lainnya yang bernaung di bawah nama dan manajemen yang sama, bentuk pelayanannya juga sama. Baik dalam soal pilihan menu makanan yang dibuat, penyajiannya, cara melayani konsumen, sampai dengan bentuk fisik tampilannya.                                                                                                             Sumber dari http://female.kompas.com/read/xml/2010/12/01/09021838/5.faktor.yang.bikin.bisnis.kuliner.diminati

Itulah artikel yang menarik untuk kita simak sebagai pencerahan tentang beberapa faktor yang mempengaruhi usaha makanan tetap diminati. Kemudian ada juga artikel yang bagus dari kompas.com, isinya mengupas bagaimana rahasia agar bisnis kuliner tetap memancing selera. Yo kita simak bersama.

Agar Bisnis Kuliner tetap memancing selera

Bersikaplah ramah terhadap pelanggan.

Bersikaplah ramah terhadap pelanggan.

Boleh jadi bisnis kuliner rumahan milik Anda saat ini berkembang pesat. Meski begitu jangan cukup puas. Produk Anda tetap perlu dikembangkan agar pelanggan tak cepat bosan. Salah satunya dengan menambah variasi menu atau mengembangkan cita rasa agar masakan lebih nikmat. Jika Anda bertanggung jawab pada bagian produksi, tak ada salahnya belajar memasak dengan mengikuti sejumlah kursus.

Ahli boga yang juga instruktur kursus memasak di Klub Nova, Erwin Kuditawati, mengatakan umumnya peserta kursus memasak Klub Nova adalah para pebisnis kuliner.

“Mereka ingin meningkatkan skill memasak, dan ingin menambah variasi menu,” papar Erwin kepada Kompas Female di sela kursus memasak bersama orangtua dan pendamping delegasi Konferensi Anak Indonesia 2010 di Gedung Kompas Gramedia, Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa (9/11/2010).

Kursus memasak memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk mengembangkan ide kreatif bagi para koki usaha kuliner. Menurut Erwin, resep yang berbeda setiap kali pertemuan kursus memasak, menjadi sumber ide kreatif bagi mereka yang berbisnis kuliner.

“Ada yang sudah punya usaha pempek, namun tetap ingin belajar masak pempek agar rasanya lebih enak lagi. Melalui kursus memasak, seseorang bisa meng-upgrade dirinya,” kata Erwin.

Sementara bagi mereka yang awam, kursus memasak menjadi cara praktis belajar menambah ketrampilan. Cukup 2-3 latihan praktik memasak, Anda bisa praktik sendiri di rumah, bahkan menjadikan skill memasak menjadi lahan usaha, jelas Erwin.

Lina Januarti, ibu dari delegasi KAI 2010 Rahman Santoso dari Gunungkidul Yogyakarta, mengamini hal ini. Praktik memasak chicken nugget dan donat yang praktis diakuinya bisa dipraktikkan di rumah nanti.

“Bahan yang digunakan mudah didapat, kecuali cokelat. Cara membuatnya mudah dan bisa menjadi ide usaha,” katanya.

Agar hasil maksimal dan pengarahan selama kursus dapat diterima sempurna, Erwin membatasi satu kelas memasak hanya 25 orang saja. Untuk biaya, kata Erwin, kursus memasak di tempatnya termasuk paling murah, sekitar Rp 180.000 – Rp 240.000 per orang satu kali pertemuan/resep.

Jika ingin belajar ragam resep dan praktik memasak yang benar untuk hasil yang sempurna, luangkan waktu setiap Rabu, Sabtu (minggu ke-2 dan ke-4) serta Senin (minggu ke-3) setiap bulannya di Klub Nova.

Kemauan belajar dan meng-upgrade ketrampilan menjadi bekal sukses usaha Anda, termasuk bisnis makanan dan minuman yang tak ada matinya.
WAF. Editor: Dini ,Sumber dari http://female.kompas.com/read/xml/2010/11/09/16425853/agar.bisnis.kuliner.tetap.memancing.selera

Wah lumayan juga bisa sharing pengetahuan tentang Bisnis Kuliner dan usaha makanan, siapa tahu anda juga berminat untuk memulai bisnis tersebut. Nah bagaimana sih tip memulai bisnis kuliner atau bisnis makanan? simak lagi artikel kompas.com.

Tip memulai membuka bisnis usaha makanan

Anda berniat membuka bisnis makanan? Ternyata syarat awalnya tidak susah. Anda harus menyukai makanan tersebut! Kemudian, tentu Anda harus jeli mengingat bagaimana suasana tempat makan yang membuat Anda nyaman. Berikut adalah sebagian tips yang dapat Anda ikuti.

1. Pilih makanan yang Anda kuasai resep dan cara pembuatannya.
2. Mulai dari yang sederhana dan mudah dikerjakan. Misalnya, jika ingin membuka restoran khas Jawa dengan menu pecel, belajarlah membuat bumbu pecel yang pas, baik rasa maupun kekentalannya.
3. Membuka bisnis makanan juga bisa dimulai dengan melakukan riset mengenai jenis makanan apa yang belum ada di kawasan tertentu. Dengan demikian, Anda tak memiliki kompetitor langsung di kawasan tersebut.
4. Bila Anda membuka restoran dengan menu yang sudah ada di kawasan tertentu, buat inovasi baru pada restoran Anda. Misalnya, jika restoran Anda menyajikan menu bebek, ciptakan menu bebek yang lain selain bebek goreng. Inovasi juga bisa ditampilkan dengan, misalnya, mengangkat menu “pinggir jalan” menjadi hidangan di restoran dengan pendingin udara.
5. Selalu perhatikan harga jual. Jangan terlalu mahal. Untung sedikit tak apa, yang penting pelanggan datang.
6. Selalu ramah kepada pembeli. Bila Anda dibantu tenaga tambahan, ajari mereka untuk bersikap ramah juga. Banyak restoran tutup hanya karena petugasnya memasang wajah judes, tidak ramah.
7. Memperhatikan dengan baik apa yang diminta pelanggan, termasuk jika ada pesanan khusus untuk makanannya (misalnya, jika pelanggan minta agar makanannya tidak terlalu pedas, tidak memakai seledri, dan lain-lain).
8. Kebersihan selalu nomor satu. Jangan jorok, jangan biarkan lalat beterbangan.
9. Bila pelanggan sudah makin bertambah, sebisa mungkin tambah jumlah pegawai Anda, supaya pelanggan dapat dilayani dengan cepat.
10. Jam buka dan tutup harus teratur. Ganti-ganti jam operasi akan membuat calon pelanggan bingung dan akhirnya malas datang lagi.

(DIN/Majalah Sekar)  Sumber dari http://female.kompas.com/read/xml/2009/09/27/17043391/tips.mulai.membuka.bisnis.makanan

Jika sudah bulat untuk memulai bisnis kuliner atau usaha makanan, sebaiknya pelajari juga analisa bisnis dari artikel berikut (masih dari kompas.com). Untuk melihat sejauh mana usaha makanan atau bisnis kuliner bisa dianalisa dengan benar sehingga menguatkan niat usaha dalam bidang bersangkutan.

Analisa Bisnis Makanan

Kompas.com/Dhoni Setiawan Jangan takut memulai bisnis kuliner, karena bisnis makanan selalu digemari pasar dan menguntungkan.

Kompas.com/Dhoni Setiawan Jangan takut memulai bisnis kuliner, karena bisnis makanan selalu digemari pasar dan menguntungkan.

Keuntungan bisnis makanan bisa mencapai 100 persen. Tentu hal ini begitu menggiurkan dan banyak orang yang melirik bisnis kuliner. Namun, banyak orang yang bingung tentang cara menghitung modal usaha untuk memulai bisnis mereka. Simak cara Koko Hidayat, pengajar kursus memasak di Klub Nova, dalam menghitung modal dan variabel lain dalam memulai bisnis makanan.

Gambaran usaha
1. Bahan baku
Dalam pembuatan makanan, usahakan cari bahan makanan yang mudah ditemukan di toko, pasar tradisional atau mal. Disarankan untuk membeli bahan baku berkualitas, karena akan menghasilkan makanan lezat dan bergizi.

2. Perlengkapan usaha
Untuk skala usaha kecil dan menengah (UKM), lihat kembali dapur Anda, apakah ada perlengkapan dapur yang bisa digunakan. Kalau memang belum ada, disarankan membeli perlengkapan usaha dalam volume kecil terlebih dahulu.

3. Tenaga kerja
Dalam skala kecil, ada baiknya produksi makanan ditangani bersama keluarga. Karena selain tidak membayar tenaga kerja, kualitas bahan dan pembuatan makanan lebih terjaga. Lain halnya jika jumlah pesanan mulai meningkat, tidak ada salahnya merekrut tenaga kerja.

4. Kemasan
Cara mengemas makanan yang akan dijual perlu dipersiapkan. Usahakan kemasan menarik untuk memberikan nilailebih pada produk Anda. Banyak konsumen yang membeli makanan karena kemasannya yang cantik atau unik. Cara sederhananya, gunakan kardus polos yang ditempel stiker nama usaha atau merek makanan Anda. Jika usaha semakin berkembang, Anda bisa meningkatkan kualitas kemasan dengan memproduksi kardus berbagai ukuran dengan merek yang dicetak pada kardus.

5. Promosi dan penjualan
Banyak cara yang dilakukan untuk mempromosikan makanan seperti membuat spanduk atau kartu nama. Promosi dari konsumen melalui mulut ke mulut juga efektif, apalagi jika kualitas makanan Anda digemari pasar. Cara promosi lainnya adalah melalui website atau jualan online. Sebagai tahap awal, Anda bisa menitip penjualan makanan di kantin atau toko terdekat.

6. Penetapan harga
Harga jual tergantung segmen yang Anda bidik. Hal ini terkait dengan harga bahan dan besar keuntungan yang Anda inginkan. Biasanya keuntungan makanan antara 50-100 persen.

Biaya investasi
Alokasikan biaya investasi meliputi pembelian barang-barang yang akan digunakan untuk memproduksi makanan, dalam jangka panjang. Misalnya, oven gas, tabung gas, mixer, loyang, cetakan, timbangan, dan lainnya.

Biaya operasional
Biaya operasional adalah biaya tetap ditambahkan biata variabel. Yang dimaksud dengan biaya tetap adalah biaya penyusutan dari barang investasi. Misalnya oven diperkirakan dalam kondisi baik hungga empat tahun ke depan atau 48 bulan. Jadi, nilai penyusutan per bulan adalah 1/48 kali harga oven.

Sedangkan biaya variabel meliputi harga semua bahan atau jasa yang diperlukan selama sebulan. Seperti tepung, margarin, gula pasir, telur, upah tenaga kerja.

Menghitung keuntungan
Cara menghitung keuntungan adalah total penerimaan dikurangi biaya operasional. Sebagai simulasi, jika total penerimaan dalam satu bulan sebesar Rp 6 juta, sedangkan biaya operasional sebesar Rp 3 juta, maka keuntungan yang Anda bisa nikmati adalah Rp 6 juta dikurangi Rp 3 juta, yakni Rp 3 juta sebagai profit bisnis kuliner Anda. Mudah bukan? Selamat menjadi pengusaha!

Editor: Benny N Joewono
Sumber: Warta Klub Nova                                                                                                          Sumber dari http://female.kompas.com/read/xml/2010/12/28/18050023/Analisa.Bisnis.Makanan-3

Demikian rangkaian artikel yang bermanfaat bagi kita dalam membidik usaha makanan atau bisnis kuliner dalam era globalisasi saat ini, keuntungan usaha makanan atau bisnis kuliner masih tetap diminati artinya kesempatan usaha tersebut masih terbuka peluang yang cukup besar seiring dengan perkembangan penduduk dan seirama dengan keanekaragaman makanan khas daerah dari masing-masing kota dan kabupaten yang tersebar diseluruh negeri kita. Artikel ini semata-mata memberikan ruang pencerahan bagi mereka yang berminat dalam usaha makanan atau bisnis kuliner tanpa mengenyampingkan hal-hal yang berkaitan dengan legalitas perijinan serta perlindungan konsumen. Karena sebenarnya usaha makanan atau bisnis kuliner sangat patut diperhatikan sisi keamanan dan higienis makanannya, mengingat usaha makanan sangat rentan akan hal-hal yang tidak diinginkan. Pembinaan dari Instansi terkait harus juga menjadi prioritas untuk usaha makanan, agar para pelaku usaha mampu dan memahami tentang perlindungan konsumen.

Penyunting : Halimi,SE,MM.

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Usaha Makanan kian digemari dan diminati

  1. fastservices berkata:

    Terima kasih atas artikel wirausaha makanannya yang sangat bermanfaat bagi kami pelaku UMKM. Kami fastservices tengah mengembangkan bisnis jasa service AC di Surabaya dan sekitarnya. Kunjungi kami di http://fastservices.wordpress.com

  2. Aha Gambreng berkata:

    hem.., kata dosen saya …. selama perut manusia masih ada di depan.. makan bisnis pertanian akan tetap memiliki prosepek tinggi… pertanian itu artinya makanan juga.. jadi.. hihihihi….. http://ahnku.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s