WASPADAI PROMOSI MAKANAN OLAHAN

Makanan Plahan - Gambar Google

Makanan Plahan - Gambar Google

Di zaman modern ini, kesibukan manusia seakan tiada habis-habisnya. Kegiatan banyak terpusat pada upaya mencari nafkah dan aktualisasi diri. Kegiatan memasak dianggap tidak terlalu penting dan cenderung dikesampingkan. Orang lebih memilih yang praktis saja.

Maka, tak heran promosi makanan olahan siap saji banyak bertebaran di media massa cetak maupun elektronik. Masalah kepraktisan menjadi salah satu hal yang paling ditonjolkan dalam iklan-iklan makanan olahan tersebut.

Di pasaran, makanan olahan tak terhitung banyaknya. Pilihan yang sangat beragam membuat konsumen jadi bingung menjatuhkan pilihan. Makanan olahan tersebut ada yang dikemas dalam kaleng, misalnya ikan sarden dan daging kornet. Ada juga yang berkemasan plastik dan tergolong makanan olahan beku, seperti nugget, sosis, bakso, dan tempura.

Sebagai konsumen yang cerdas, sebaiknya Anda jangan mudah terpengaruh oleh promosi makanan olahan yang mengklaim produk mereka sebagai produk sehat bergizi. Biar bagaimanapun, makanan alami jauh lebih baik. Ingat, kebanyakan makanan olahan mengandung banyak zat kimia seperti pengawet, pewarna, dan penyedap rasa yang dapat mengganggu kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Namun, jika Anda terpaksa harus mengonsumsi makanan olahan, berikut hal-hal yang harus diperhatikan:


Harga

Jangan terkecoh dengan promosi makanan olahan yang menonjolkan harga murah. Jika harga terlalu murah, Anda justru harus curiga, karena bisa jadi si produsen menambahkan zat-zat berbahaya ke dalam makanan olahan tersebut. Namun, bukan berarti makanan olahan berharga mahal sudah pasti aman, lho! Yang penting, perhatikan label kemasannya!


Label Kemasan

Perhatikan informasi pada label kemasan produk. Pastikan ada informasi lengkap yang mencakup nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih, nama dan alamat produsen, serta tanggal kadaluwarsa.

Pilihlah produk yang yang sudah terdaftar di Departemen Kesehatan. Hindari membeli produk yang tidak mencantumkan nama dan alamat produsen secara jelas. Ini untuk memudahkan Anda mengajukan komplain jika ada yang tidak beres dengan produk yang Anda beli.

Perhatikan pula bahan baku dan bahan tambahan yang dipergunakan. Apakah mengandung bahan-bahan yang membahayakan kesehatan?


Kemasan

Kemasan yang rusak (penyok, robek, berkarat, kusam) menandakan isinya pun bisa jadi telah terkontaminasi sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Ini sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan keracunan yang mengancam keselamatan jiwa.

Untuk makanan olahan dalam kaleng, pilihlah kaleng yang baik, tidak penyok, tidak berkarat dan tidak cembung.


Perubahan Fisik

Jika kemasan masih dalam keadaan baik pun, Anda tetap harus waspada. Perhatikan jika ada bau tak sedap, perubahan warna, bentuk, dan rasanya. Itu juga merupakan tanda-tanda makanan olahan telah rusak dan tak layak dikonsumsi.


Kadaluwarsa

Pastikan makanan olahan yang hendak Anda beli mencantumkan tanggal kadaluwarsa yang jelas pada label kemasannya. Artinya, makanan olahan tersebut mempunyai batas akhir yang aman untuk dikonsumsi dengan jaminan mutu, tentu saja diiringi teknik penyimpanan yang tepat sesuai petunjuk dari produsen. Makanan olahan yang telah lewat tanggal kadaluwarsa berarti dianggap telah rusak. Jika dikonsumsi, dapat membahayakan kesehatan bahkan jiwa konsumen.

Demikian beberapa tips yang harus Anda perhatikan saat berbelanja makanan olahan. Ingat, segala sesuatu yang alami selalu lebih baik. Jadi, jangan mengonsumsi makanan olahan secara berlebihan, ya!

Sumber dari : http://www.anneahira.com/promosi-makanan.htm

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s